Pengembangan Manajemen Usaha Cinlok SM melalui Program Community Development di Garut, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.64118/jei.v2i1.138Keywords:
UMKM, Operasional, Keuangan , Pemasaran, ProduksiAbstract
Perkembangan UMKM semakin cepat dan besar jumlahnya terutama industri kuliner. Menurut data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia, subsektor kuliner berkontribusi 41,4% dari total kontribusi perekonomian kreatif 922 triliun rupiah pada 2016, dan merupakan yang tertinggi dari subsektor lain. Hal tersebut menandakan peluang yang besar di industri kuliner, namun memiliki persaingan yang ketat. Agar dapat bertahan, perusahaan harus dapat bersaing dengan kompetitor. Namun nyatanya, banyak pengusaha tidak memiliki ilmu bisnis yang cukup untuk mengembangkan usaha sehingga dapat berakibat buruk pada perjalanannya. Program Community Development yang dilaksanakan oleh Universitas Prasetiya Mulya bertujuan membantu meningkatkan skala UMKM di segi operasional, keuangan, pemasaran dan produksi. Di bidang keuangan, kami membantu mitra untuk membuatkan template laporan keuangan serta memberikan pembelajaran cara penggunaan aplikasi Buku Kas. Di bidang operasional, mitra dibantu untuk membuat template dan standar pekerjaan dalam bentuk Standard Operating Procedures (SOP) yang dapat membantu mitra untuk mengukur kinerja karyawan. Di bidang pemasaran, kami menggunakan Instagram dengan menggunakan Instagram Ads, endorse, dan membuat konten yang menarik untuk meningkatkan engagement rate. Di bidang produksi, kami membantu mitra untuk mengolah pencatatan produksi setiap harinya dengan template excel. Diharapkan, setelah program selesai, mitra dapat melanjutkan mengembangkan usaha secara mandiri.
Downloads
References
Agmasari, S. (2018). Industri Kuliner, Penopang Tertinggi Perekonomian Kreatif di Indonesia. Diakses 2 Juni 2021, dari website: https://travel.kompas.com/read/2018/02/06/185000027/industri-kuliner-Penopang-tertinggi-perekonomian-kreatif-di-indonesia.
Amstrong, Gary & Philip, Kotler. (2012). Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid I, Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Jakarta: Penerbit Prenhalindo.
Assauri, S. (2013). Strategic Management. PT Rajagrafindo Persada. Depok.
Fauzan, Rahmad. (2020). Pengunjung Bulanan Shopee Capai 93 juta Orang, Geser Tokopedia. Diakses 4 Juni 2021, dari website: https://ekonomi.bisnis.com/read/20200824/12/1282601/Pengunjung-bulanan-shopee-capai-93-juta-orang-geser-tokopedia.
Gasperz, V. (2001). Ekonomi Managerial, Pembuatan Keputusan Bisnis. Edisi kedua. Jakarta: Gramedia. Diakses pada 2 Februari dari website: https://www.portal-ilmu.com/2020/02/pengertian-produksi-dan-usaha-usaha_14.html.
Iklimah. (2015). Perpustakaan Digital Budaya Indonesia; Cilok. Diakses 2 Juni 2021, dari website: https://budaya-indonesia.org/Cilok-1/.
Insani, Istyadi. (2010). Standar Operasional Prosedur (SOP) Sebagai Pedoman Pelaksanaan Administrasi Perkantoran Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan dan Kinerja Organisasi Pemerintah. Penyempurnaan Makalah pada Workshop Manajemen Perkantoran di Lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Bandung.
Kasir Pintar. (2021). Produk. Diakses 3 Juni 2021, dari website: https://kasirpintar.co.id/.
Kotler, P. & Armstrong, G. (2012). Prinsip- Prinsip Pemasaran Edisi 12. penerbit Erlangga.
Kemp, S. (2021). DIGITAL 2021: INDONESIA, slide 47. Diakses 3 Juni 2021, dari website: https://datareportal.com/reports/digital-2021-indonesia.
Meier, A., & Schäfer, S. (2018). The Positive Side of Social Comparison on Social Network Sites: How Envy Can Drive Inspiration on Instagram. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 21(7), 411–417. https://doi.org/10.1089/cyber.2017.0708.
Redaksi Bisnis UKM. (2017). Penting! UKM Perlu Tahu Cara Buat Standar Operasional Prosedur. Diakses 3 Juni 2021, dari website: https://bisnisukm.com/pelatihan-cara-buat-standar-operasional-prosedur-Untuk-umkm.html.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur. (2020). Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM. Diakses 3 Juni 2021, dari website : http://diskopukm.jatimprov.go.id/berita/penyusunan-laporan-keuangan-bagi-umkm.
Pinasti, M. (2007). Pengaruh Penyelenggaraan Dan Penggunaan Informasi Akuntansi Terhadap Persepsi Pengusaha Kecil Atas Informasi Akuntansi: Suatu Riset Eksperimen. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 10(3).
Priharto, S. (2020, 13 November). Business Model Canvas: Pengertian, Elemen dan Fungsinya Bagi Bisnis. Diakses 3 Juni 2021, dari website: https://accurate.id/bisnis-ukm/business-model-canvas/#Pengertian_Business_Model_Canvas.
Puspitasari, D., & Rosmawati, R. (2012). Pelayanan Prima (Service Excellent) SMK Bisnis dan Manajemen. Jakarta: CV Arya Duta.
Raditya M., Hendriyana, & Ardiansyah, M. I. (2020). Penerapan Google Spreadsheet Dalam Pembuatan Laporan Keuangan Untuk Pengembangan Usaha UMKM Kota Bandung. KRAITH-ABDIMAS, 3(1). 1001-106.
Simanungkalit. (2015). Perkembangan Home Industri Makanan Ringan Di Nagori Perlananan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun 1962-2011 Analisa Sejarah Perekonomian. Diakses pada tanggal 2 juni 2021, dari website http://digilib.unimed.ac.id.
Shimp, T. A. (2003). Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Widjajanto, N. (2001). Sistem Informasi Akuntansi, Erlangga, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti. Jurnal JIBEKA, 12(1).
Wilkinson. Cerullo, Raval, Wong On Wing. (2004). Accounting Information System. Jurnal JIBEKA, 12, No 1, 2018.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fari Agil Aryaputra, Hasyifa Lilianawati, Puji Sakinah Marinda, Samuel Vincent Handjaja, Valencia Clarisa, Vincent Surjanto, Muhammad Setiawan Kusmulyono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






